A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: models/Frontend_model.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 143
Function: _error_handler

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 76
Function: userAgent

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 39
Function: browser_user

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/views/frontend/index_view.php
Line: 21
Function: insert_pengunjung

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/controllers/Frontend.php
Line: 530
Function: view

File: /home/prssnijabaror/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: models/Frontend_model.php

Line Number: 155

Backtrace:

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 155
Function: _error_handler

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 76
Function: userAgent

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 39
Function: browser_user

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/views/frontend/index_view.php
Line: 21
Function: insert_pengunjung

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/controllers/Frontend.php
Line: 530
Function: view

File: /home/prssnijabaror/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: models/Frontend_model.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 143
Function: _error_handler

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 180
Function: userAgent

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 40
Function: os_user

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/views/frontend/index_view.php
Line: 21
Function: insert_pengunjung

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/controllers/Frontend.php
Line: 530
Function: view

File: /home/prssnijabaror/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: models/Frontend_model.php

Line Number: 155

Backtrace:

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 155
Function: _error_handler

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 180
Function: userAgent

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/models/Frontend_model.php
Line: 40
Function: os_user

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/views/frontend/index_view.php
Line: 21
Function: insert_pengunjung

File: /home/prssnijabaror/public_html/application/controllers/Frontend.php
Line: 530
Function: view

File: /home/prssnijabaror/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Peraturan taxi online

Tanggal Posting : 08 April 2018

[1] kemkes-01.pdf

“Penilaian sistem manajemen keselamatan terhadap angkutan umum bertrayek sudah diterapkan dan akan diterapkan juga pada taksi bandara. Perusahaan taksi juga turut bertanggungjawab terhadap keselamatan jalan,” kata Direktur Keselamatan Transportasi Darat Hotma Simanjuntak dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Peningkatan Kualitas Mental dan Disiplin Pengemudi Taksi Bandara di Bogor (27/6/2012).

“Dalam UU 22 Tahun 2009 ada yang namanya sistem manajemen keselamatan, ini juga merupakan penilaian dari kami termasuk apa saja yang dilakukan oleh perusahaan taksi supaya keselamatan itu terjamin dalam kaitannya dengan menajemen perusahaan”lanjutnya. Menurut Hotma masalah sopir bukan hanya masalah bagaimana mereka bekerja dengan baik tapi juga masalah kesejahteraannya, sistem penggajiannya. Ini sangat terkait dengan masalah pelayanan. Sistem penggajian yang sudah teratur akan memberi kenyamanan bagi para pengemudi dalam bekerja.

Hotma juga mengatakan, “Sopir bukan hanya alat produksi semata tetapi juga mitra perusahaan. Ada beberapa perusahaan taksi sopir memiliki saham perusahaan sehingga dapat memacu kinerja pengemudi untuk bekerja lebih baik.”

Ada tiga elemen penting dalam transportasi darat terkait keselamatan. Yang pertama adalah jalan sebagai prasarana. Dalam hal ini pemerintah bertanggung jawab terhadap penyelenggaraannya. Yang kedua kendaraan sebagai sarananya. “Pengujian Kendaraan Bermotor diadakan untuk melegitimasi kendaraan itu laik atau tidak setiap 6 bulan sekali, kemudian untuk administrasi ada STNK yang berlaku selama 5 tahun dan pajak kendaraan setiap 1 tahun sekali,” kata Hotma. Yang ketiga adalah Sumber Daya Manusia yaitu pengemudi yang menjadi ujung tombak, elemen utama yang mengendalikan kendaraan di jalan.

Alat produksi dari perusahaan transportasi selain sarana adalah pengemudi. Dalam hal ini pengemudi sebagai alat produksi. Sementara kendaraan harus dijaga kelaikannya yang dilakukan secara kolektif dan berkala di tiap-tiap pool oleh tenaga mekanik yang pekerjaannya langsung bisa diawasi oleh manajemen perusahaan, demikian halnya dengan pengemudinya, harus dijaga kesehatan fisik dan mentalnya. Namun pengemudi bekerja di jalan dan tidak bisa dilakukan pengawasannya secara langsung oleh manajemen perusahaan taksi. Beberapa perusahaan taksi telah melengkapi GPS pada kendaraan sehingga dipantau kecepatan dan pergerakan dari kantor pusat. Tapi tetap tidak sepenuhnya bisa terpantau.

“Pemerintah, melalui Ditjen Perhubungan Darat melakukan kegiatan pembinaan kepada para pengemudi taksi supaya ketika beroperasi di jalan walau tidak terpantau terus menerus oleh perusahaan, pengemudi tetap punya kode etik, naluri, mentalitas dan disiplin yang berkualitas,” lanjut Hotma.

Sopir taksi kadang mengalami dilema dalam pekerjaannya di satu sisi dia harus melayani konsumen tapi dilain sisi kadang harus melanggar aturan. Misalnya dijalan tol pengemudi sering terpaksa mengambil jalur paling kiri yang sebenarnya diperuntukkan pada kondisi darurat karena jalur lain macet sementara penumpang harus segera mencapai lokasi yang diinginkan.

Sopir taksi bandara secara tidak langsung juga menjadi duta wisata. Wisatawan yang datang ke Indonesia, begitu keluar dari bandara akan bertemu dengan sopir taksi. Kesan pertama yang didapat dari seorang sopir taksi di bandara bisa jadi akan mempengaruhi penilaiannya terhadap karakter bangsa Indonesia.

Sopir taksi bandara tidak hanya sekedar melayani penumpang tetapi juga melayani masyarakat Indonesia, menjadi satu tempat mengkampanyekan Indonesia. Keramahtamahan, perilaku dalam mengemudi, bagaimana etika berlalulintas yang baik yang didasari oleh sikap mental oleh seorang pengemudi. Hal-hal non teknis pada pelayanan taksi bandara harus diperhatikan.

Diakhir sambutannya Hotma mengharapkan agar peserta pelatihan dapat menjadi juru kampanye keselamatan dan ketertiban sehingga dapat menjadi contoh bagi sopir-sopir taksi yang lain. (CAS)

aturan

tester

okeh

huuh

bahaya

okeh

Silakan Anda berkomentar

Send
* Inputan yang harus diisi